Senin, 09 Mei 2011

PAPER
DASAR NUTRISI DAN BAHAN MAKANAN TERNAK
PROSES PENCERNAAN PROTEIN NON RUMINANSIA
(UNGGAS)

OLEH:
HAPPY APRILLIA MAHARDIKA
NIM : 105050107111016



FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2011
DAFTAR ISI

halaman
Kata Pengantar………………………………………………………………...
Daftar isi……………………………………………………………………….
I. Pendahuluan………………………………………………………..
a Latar belakang...…………………………………………………….
b. Rumusan Masalah………………………………………………….
c Manfaat dan Tujuan………………………………………………..
II. Tinjauan Pustaka…………………………………………………...
a Alat Pencernaan unggas……………………………………………
b Proses Pencernaan Protein Non Rum………………………………
III. Pembahasan…………………………………………………………
IV. Penutup……………………………………………………………..
a. Kesimpulan ………………………………………………………...
b. Saran………………………………………………………………..
Daftar Pustaka………………………………………………………………….






KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga makalah tentang asam folat untuk mata kuliah Dasar Nutrisi dan Bahan Makanan Ternak ini dapat diselesaikan dengan tepat waktu. Paper ini disusun untuk memenuhi tugas tersluktur.
Penulis juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Ibu Prof. Dr. Ir. Hartutik,MP selaku pembimbing mata kuliah Dasar Nutrisi dan Bahan Makanan Ternak
2. Semua pihak yang telah membantu dalam pelakanaan dan pembuatan paper ini.

Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan paper ini masih banyak kekurangannya, sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan paper ini. Semoga paper ini bermanfaat bagi kita semua, baik di masa sekarang maupun yang akan datang. Amin.



Malang, April. 2011

Penulis



I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ternak non ruminansia merupakan ternak yang tidak mempunyai lambung ganda seperti ternak ruminansia, ternak ruminansia mempunyai empatblambung yaitu rumen, reticulum, omasm dan abomasum. Sedangkan ternak unggas hanya mempunyai ventrikulus dan proventikulus. Lambung kelenjar pada ternak ruinansia adalah abomasu, sedangkan pada ternak non ruminansia khususnya ternak unggas mempunyai lambung kelenjar yang disebut proventikulus.

Protein merupakan bahan pembentuk makhluk hidup, katalisator organic atau yang bias disebut dengan enzim dan bagian penting dari nucleoprotein.
Protein adalah sumber-sumber asam amino yang mengandung unsur-unsur C, H, O dan N yang tidak dimiliki oleh lemak atau karbohidrat. Sebagai zat pembangun, protein merupakan bahan pembentuk jaringan-jaringan baru yang sesalau terjadi dalam tubuh dan mempertahankan jaringan yang telah ada.
Di dalam setiap sel yang hidup protein merupakan bagian yang sangat penting, pada sebagian besar jaringan tubuh, protein merupakan kompomen terbesar setelah air. Kekurangan protein dalam waktu lama dapat mengganggu proses dalam tubuh dan menurunkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Bila protein dihidrolisa dengan asam, alkali, atau enzim akan di hasilkan campuran asam amino. Protein yang diserap oleh usus halus dalam bentuk asam amino.

B. Rumusan Masalah

Rumusalah masalah yang diambil adalah :
1. Bagaimana prinsip pencernaan ayam
2. Bagaimana proses pencernaan dan penyerapan protein pada Unggas
C. Manfaat dan Tujuan
Paper ini dibuat bertujuan untuk mengetahui dan memahami bagaimana proses pencernaan dan penyerapan protein pada unggas.



























II. TINJAUAN PUSTAKA


A. Prinsip Pencernaan Pada Ayam

Prinsip Pencernaan Pada Ayam ada tiga macam Pencernaan secara mekanik (fisik); Pencernaan ini dilakukan oleh kontraksi otot polos, terutama terjadi di empedal (gizzard) yang dibantu oleh bebatuan (grit). Pencernaan ini banyak terjadi pada ayam yang dipelihara secara umbaran sehingga mendapatkan grit lebih banyak daripada ayam yang dipelihara secara terkurung (Galuh, 2007)..
Pencernaan secara kimiawi (enzimatik); Pencernaan secara kimia dilakukan oleh enzim pencernaan yang dihasilkan: (1) kelenjar saliva di mulut; (2) enzim yang dihasilkan oleh proventrikulus; (3) enzim dari pankreas; (4) enzim empedu dari hati; dan (5) enzim dari usus halus. Peranan enzim-enzim tersebut sebagai pemecah ikatan protein, lemak, dan karbohidrat (Galuh, 2007).
Menurut Galuh (2007) Pencernaan secara mikrobiologik (jumlahnya sedikit sekali) dan terjadi di sekum dan kolon. Secara umum pencernaan pada unggas meliputi aspek:
a. digesti yang terjadi pada paruh, tembolok, proventrikulus, ventrikulus (empedal/gizzard), usus halus, usus besar, dan ceca;
b. absorpsi yang terjadi pada usus halus (small intestinum) melalui vili-vili (jonjot usus);
c. metabolisme yang terjadi pada sel tubuh yang kemudian disintesis menjadi protein, glukosa, dan hasil lain untuk pertumbuhan badan, produksi telur atau daging, pertumbuhan bulu, penimbunan lemak, dan menjaga/memelihara tubuh pada proses kehidupannya.

B. Proses Pencernaan dan Penyerapan Protein pada Unggas
Menurut Galuh (2007), pencernaan adalah penguraian bahan makanan ke dalam zat-zat makanan dalam saluran pencernaan untuk dapat diserap dan digunakan oleh jaringan-jaringan tubuh. Pada pencernaan tersangkut suatu seri proses mekanis dan khemis dan dipengaruhi oleh banyak faktor.
Unggas mengambil makanannya dengan paruh dan kemudian terus ditelan. Makanan tersebut disimpan dalam tembolok untuk dilunakkan dan dicampur dengan getah pencernaan proventrikulus dan kemudian digiling dalam empedal. Tidak ada enzim pencernaan yang dikeluarkan oleh empedal unggas. Fungsi utama alat tersebut memperkecil makanan dengan bantuan batu-batu kecil atau yang disebut dengan grit.
Dari empedal makanan yang bergerak melalui lekukan usus yang disebut duodenum, yang secara anatomis sejajar dengan pankreas. Pankreas tersebut mempunyai fungsi penting dalam pencernaan unggas seperti hanya pada spesies-spesies lainnya. Alat tersebut menghasilkan getah pankreas dalam jumlah banyak yang mengandung enzim-enzim amilolitik, lipolitik dan proteolitik. Enzim-enzim tersebut berturut-turut menghidrolisa pati, lemak, proteosa dan pepton. Empedu hati yang mengandung amilase, memasuki pula duodenum (Galuh, 2007).
Bahan makanan bergerak melalui usus halus yang dindingnya mengeluarkan getah usus. Getah usus tersebut mengandung erepsin dan beberapa enzim yang memecah gula. Erepsin menyempurnakan pencernaan protein, dan menghasilkan asam-asam amino, enzim yang memecah gula mengubah disakharida ke dalam gula-gula sederhana (monosakharida) yang kemudian dapat diasimilasi tubuh. Penyerapan dilaksanakan melalui villi usus halus.
Disebutkan dalam literature (Galuh, 2007) bahwa unggas tidak mengeluarkan urine cair. Urine pada unggas mengalir kedalam kloaka dan dikeluarkan bersama-sama feses. Warna putih yang terdapat dalam kotoran ayam sebagian besar adalah asam urat, sedangkan nitrogen urine mammalia kebanyakan adalah urine. Saluran pencernaan yang relatif pendek pada unggas digambarkan pada proses pencernaan yang cepat (lebih kurang empat jam).
Pada waktu bahan makanan dihaluskan dan dicampur di dalam empedal, campuran pepsin hidrokhlorik memecah sebagian protein ke dalam bagian-bagian yang lebih sederhana seperti proteosa dan pepton. Pada saat lemak dan karbohidrat dicerna dalam lekukan duodenal maka tripsin getah pankreas memecah sebagian proteosa dan pepton ke dalam hasil-hasil yang lebih sederhana, yaitu asam-asam amino. Erepsin yang dikeluarkan ke dalam usus halus melengkapi pencernaan hasil pemecahan protein ke dalam asam-asam amino. Zat-zat tersebut merupakan hasil akhir pencernaan protein. (Galuh, 2007).
Asam amino adalah senyawa organik yang merupakan satuan penyusun protein yang mempunyai gugus amino dan karboksilat. Oleh karena itu asam amino mempunyai sifat asam maupun basa. Asam amino bersifat tidak seperti senyawa-senyawa organik, tetapi mirip dengan garam-garam anorganik. Pada umumnya asam amino larut dalam air, tetapi hanya larut sebagian di dalam pelarut organik (Anonimous, 2010)
Glukosa, asam amino, vitamin dan mineral akan diangkut oleh plasma darah vena menuju hati melalui vena porthahepatica (Komarudin, 2008).











III. PEMBAHASAN

Setelah bahan makanan dicerna secara mekanik dan secara enzimatik menjadi zat-zat makanan, maka akan dilakukan penyerapan zat-zat makanan tersebut. Penyerapan makanan terjadi di dalam usus halus yang terdiri dar doedenum, jejunum dan ileum. Zat makanan yang di serap adalah glukosa, asam amino, asam lemak, dan gliserol. Bahan makanan yang tidak mengalami pencernaan adalah vitamin dan mineral.

Hasil akhir dari penyerapan protein adalah berupa asam amino. Asam amino merupakan penyusun protein

Glukosa, asam amino, vitamin dan mineral akan diangkut oleh plasma darah vena menuju hati melalui vena porthahepatica. Lemak diangkut melalui pembuluh limfe yang sebelumnya harus bereaksi dahulu dengan cairan empedu. Selanjutnya melalui vili usus melepaskan garam empedu dan mengikat gliserol menjadi emulsi lemak. Emulsi lemak diangkut oleh pembuluh limfe menuju jantung. Garam empedu masuk ke dalam darah dan kemudian menuju jantung.














IV. PENUTUP


A. Kesimpulan

1. Asam amino adalah senyawa organikyang merupakan penyusun protein
2. Asam amino merupakan hasil akhir dari penyerapan protein
3. Glukosa, asam amino, vitamin dan mineral akan diangkut oleh plasma darah vena menuju hati melalui vena porthahepatica

B. Saran

Sebaiknya pemberian pakan pada unggas lebih diperhtikan lagi untuk memenuhi kebutuhan protein yang tinggi karena asam amino penting untuk produksi.
















DAFTAR PUSTAKA


Anonymous. 2010. Penuntun Praktikum Biokimia. Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya Malang.
Insani, Galuh adi. 2007. Pencernaaan Ayam (asecoris ayam). http://Web Lab unggas. Pencernaan ayam. htm. Diakses tanggal 8-04-2011, jam 10.30
. 2007. Pencernaan dan Penyerapan Protein. http://Web Lab unggas. Pencernaan ayam. htm. Diakses tanggal 8-04-2011, jam 10.30
Komarudin. 2008. Fisiologi Hewan. SPP negeri Propinsi Kalimantan Selatan di Pelahari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar