MAKALAH
ANATOMI DAN HISTOLOGI TERNAK
OESTEOLOGI
Dibimbing oleh : Nurul Isnaini, Dr. Ir., Ms
Oleh :
NAMA : HAPPY APRILLIA MAHARDIKA
NIM : 105050107111016
FAKULTAS PETERNAKAN
UNEVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2011
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga makalah tentang oesteologi ini dapat diselesaikan dengan tepat waktu. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas tersluktur 1.
Penulis juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Nurul Isnaini, Dr. Ir., Ms selaku pembimbing mata kuliah Histologi anatomi
2. Semua pihak yang telah membantu dalam pelakanaan dan pembuatan laporan.
Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangannya, sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalal ini bermanfaat bagi kita semua, baik di masa sekarang maupun yang akan dating. Amin.
Malang, Maret. 2011
Penulis
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seperti yang kita ketahui rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk hidup. Sistem rangka umumnya dibagi menjadi tiga tipe: eksternal, internal, dan basis cairan (rangka hidrostatik), walaupun sistem rangka hidrostatik dapat pula dikelompokkan secara terpisah dari dua jenis lainnya karena tidak adanya struktur penunjang. Rangka manusia dibentuk dari tulang tunggal atau gabungan (seperti tengkorak) yang ditunjang oleh struktur lain seperti ligamentum, tendon, otot, dan organ lainnya.
Oesteologi adalah ilmu yang mempelajari tentang tulang, mempelajari struktur, bentuk dan pertumbuhan tulang, Susunan tulang yang membentuk rangka keras dari seekor hewan dinamakan skeleton. Tulang adalah materi yang keras dan kaku yang membentuk rangka dalam pada hewan maupun manusia. Tubuh hewan dan manusia terdiri dari bermacam-macam tulang. Tubuh dapat memiliki bentuk karena memiliki sitem gerak. Sitem gerak tersebut terdiri atas tulang, sendi dan otot. Ketiganya bekerja sama membentuk sistem gerak. Sitem gerak inilah yang memberi bentuk tubuh, sebagai alat gerak dan melakukan aktivitas lainnya.
Tulang, otot dan sendi ketiganya bersatu membentuk suatu kesatuan dan memiliki fungsi yang berbeda. Tulang merupakan alat gerak pasif. Tulang tidak dapat digerakan jika tidak terdapat otot. Otot dikatakan sebagai alat gerak aktif. Otot inilah yang menggerakkan rangka.
Patah tulang atau frukture merupakan hal yang membahayakan bagi hewan maupun manusia, selain pengobatan yang sulit, waktu yang perlukan untuk menyambung tulang memerlukan waktu yang lama. Oleh karena itu makanan yang mengandung kalsium sangat diperlukan bagi manusia maupun hewan. Pada usia muda patah tulang yang mudah disambung kembali, sedangkan pada usia tua, penyembuhan pada pada tulang memerlukan waktu yang lama.oleh kerena itu kita harus menjaga diri agar terhindar dari patah tulang.
B. Rumusan masalah
Beberapa rumusan masalah pada makalah ini antara lain mengenai
a. Apakah fungsi tulang pada hewan?
b. Macam-macam penggolongan bentuk tulang?
c. Gambar kerangka tulang pada sapi
C. Tujuan dan manfaat
Makalah ini dibuat bertujuan untuk mengetahui dan memahami struktur anatomi dan histologi fungsi tulang, macam-macam penggolongan bentuk tulang dan gambar kerangka tulang pada sapi.
II. TINJAUAN PUTAKA
A. Fungsi tulang
Tulang merupakan materi yang keras dan kaku yang membentuk rangka dalam pada hewan maupun manusia. Susunan tulang yang membentuk rangka keras dari seekor hewan dinamakan skeleton.
Fungsi dari skeleton dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Sebagai alat penunjang tubuh
2. Sebagai alat gerak yang pasif
3. Untuk melindungi organ tubuh yang lunak dan mudah rusak
4. Untuk member bentuk kepada tubuh hewan
5. Sebagai tempat pembuatan unsure- unsure darah. (alexa.blogspot, 2009)
Sedangkan menurut Drh. Komarudin (2007), tulang mempunyai fungsi antara lain sebagai berikut:
1. Tempat menempelnya daging atau otot
2. Membentuk tubuh
3. Menegakan tubuh
4. Melindungi organ vital
5. Alat gerak pasif
6. Membentuk sel darah (etiology) pada tulang yang pipih
Menurut Ainul (2009), Sekleton terdiri dari Eksoskeleton dan Endoskeleton. Eksoskeleton adalah skeleton luar badan yang berasal dari ektoderm. Endoskeleton adalah Skeleton dalam badan yang ditutupi oleh tisu lembut (otot). Tulang-tulang Vertebrata membentuk rangka dalam (Endoskeleton) berfungsi :
1. Memberi bentuk tubuh.
2. Menahan dan menegakkan tubuh.
3. Melindungi dan menegakkan tubuh.
4. Sebagai tempat melekatnya otot rangka.
5. Sebagai alat gerak pasif.
6. Tempat pembentukan sel-sel darah (HEMOPOIESIS).
Skeleton ini berasal dari mesoderm kecuali notokord atau skeleton aksial primitif yang berasal dari endoderm. Bagian-bagian utama badan: kepala; leher; badan; ekor; kaki.
Tulang rangka mempunyai dua fungsi utama:
1. menyokong badan (membenarkan pergerakan normal hanya pada kawasan
2. tertentu sahaja ie. sendi, terutamanya sendi sinovium)
3. melindungi struktur-struktur dalaman badan, cth. otak dilindungi oleh tengkorak,
4. jantung dan paru-paru dilindungi oleh tulang rusuk.
Dan fungsi tulang lainnya :
1. menghasilkan sel darah merah dalam sum-sum tulang dan menyimpan bahan
2. mineral kalsium dan fosforus. Bertindak sebagai organ hemopoietik.
3. pelekatan otot untuk pergerakkan.
B. Macam-macam penggolongan bentuk tulang
Penggolongan bentuk bentuk tulang ada 4, yaitu :
1. Ossa longa ( tulang panjang ). Bentuknya silindris, panjang dengan kedua ujung membesar. Bagian tengah yang silindris dinamakan corpus ( diaphyse ), sedangkan kedua ujungnya extremitates ( epiphyse ). Ossa longa terdapat pada tulang- tulang kaki dan bertugas sebagai alat pengumpil atau alat penunjang tubuh.
2. Ossa plana ( tulang pipih ). Bentuknya pipih, bertugas untuk melindungi bagian tubuh yang lunak seperti otak, jantung dan paru- paru.
3. Ossa brevia ( tulang pendek ). Tulang- tulang ini mempunyai panjang, tinggi dan lebar yang hampir sama. Fungsinya adalah untuk mencegah benturan atau untuk mengurangi pergeseran dan perubahan arah dari tendon.
4. Ossa irregularia ( tulang berbentuk tak teratur ). Kelompok tulang ini berbentuk tak teratur
alexa.blogspot
Contoh-contoh bentuk tulang menurut drh. Komarudin, (2007), anataralain adalah :
1. Ossa longa ( tulang panjang ) adalah tulang paha (os. Femur)
2. Ossa plana ( tulang pipih ) adalah adalah tulang tengkorak (os. Cranium) dan tulang rusuk (os. Costae)
3. Ossa brevia ( tulang pendek ) adalah tulang jari (os.phalanx)
4. Ossa irregularia ( tulang berbentuk tak teratur ) adalah tulang rawan. Contonya tulang pada daun telinga
C. Gambar Kerangka tulang sapi
Gambar diambil dari : PENGENALAN ANATOMI TOPIKAL RANGKA & SENDI oleh Dr. Donny Yawah, institut Haiwan Kluang
III. PENUTUP
A. Pembahasan dan Kesimpulan
Dari beberapa tinjuan pustaka diatas dapat disimpulkan bahwa oesteologi adalah ilmu yang mempelajari tentang tulang, mempelajari struktur, bentuk dan pertumbuhan tulang, Susunan tulang yang membentuk rangka keras dari seekor hewan dinamakan skeleton. Fungsi tulang antara lain sebagai :
1. Tempat menempelnya daging atau otot
2. Membentuk tubuh
3. Menegakan tubuh
4. Melindungi organ vital
5. Alat gerak pasif
6. Membentuk sel darah (etiology) pada tulang yang pipih
Bentuk-bentuk tulang dapat dikelompokan menjadi 4 macam, yaitu
1. Ossa longa ( tulang panjang ) contohnya pada tulang paha (os. Femur)
2. Ossa plana ( tulang pipih ) contohya pada tulang tengkorak (os. Cranium) dan tulang rusuk (os. Costae)
3. Ossa brevia ( tulang pendek ) contohnya pada tulang jari (os.phalanx)
4. Ossa irregularia ( tulang berbentuk tak teratur ) yaitu pada tulang rawan. Contonya tulang pada daun telinga
Kerangaka pada umumnya di bagi menjadi 3 bagian, yaitu tulang tengkorak (os.cranium), tulang punggung (os. Vertebrae) dan tulang kaki (os. Extramnitas).
tulang tengkorak (os.cranium) terdiri dari
1. Os. Frontales (tulang dahi)
2. Os. Nasales (tulang hidung)
3. Os. Lacrimales (tulang air mata)
4. Os. Maxilares (tulang rahang atas)
5. Os. Cornuales (tulang tanduk)
6. Os. Occipitals (tulang pangkal leher)
7. Os. Mandibulares (tulang rahang bawah)
8. Os. Tempolares (tulang pelipis)
9. Os. Palatum (tulang langit-langit)
tulang punggung (os. Vertebrae) terdiri dari :
1. Os. Vertebrae cervitales (tulang leher)
Yang terdapat :
a. Os. Atlas
b. Os. Axis
c. Os.vertebrae III
d. Os.vertebrae VI
e Os.vertebrae V
f. Os. Verterbrae cervicales VI
2. Os. Vertebrae thoracales (tulang punggung dada)
3. Os. Vertebrae lumbales (tulang punggung pinggang)
4. Os. Vertebrae sacrum (tulang kemudi)
5. Os. Caccigeales (tulang ekor)
6. Os. Costae (tulang rusuk)
7. Os. Sternum (tulang dada)
Tulang kaki (os. Extreminitas)
Terbagi menjadi anterior dan posterior
Anterior: Posterior:
Os. Scaplua Os. Coxae
Os. Humerus Os. Femur
Os. Radius/ulna Os. Tibia/fibula
Ossa. Carpi Ossa. Tarsi
Os. Metacarpalia Os. Metatarsalia
Os. Phalanx I Os. Phalanx I
Os. Phalanx II Os. Phalanx II
Os. Phalanx III Os. Phalanx III
DAFTAR PUSTAKA
Alexa. 2009 Oestelogi. Moslem.blog. http/ file:///D:/tugas/osteologi.html
Donny, Yawah. 2007. PENGENALAN ANATOMI TOPIKAL RANGKA & SENDI Institut Haiwan Kluang
Komarudin. 2007. Anatomi dan Histologi Ternak. Pelaihari, Kalimantan Selatan
Mahbubillah, Ainul. 2009. Struktur Hewan Sistem Rangka. Lamongan.
http/ file:///D:/tugas -struktur-hewan-sistem_01.html
happy
Senin, 09 Mei 2011
MAKALAH
DASAR NUTRISI DAN BAHAN MAKANAN TERNAK
ASAM FOLAT PADA UNGGAS
OLEH:
HAPPY APRILLIA MAHARDIKA
EKO SENTIKO
VIKI
FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2011
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga makalah tentang oesteologi ini dapat diselesaikan dengan tepat waktu. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas tersluktur 1.
Penulis juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Ibu Helly selaku pembimbing mata kuliah Histologi anatomi
2. Semua pihak yang telah membantu dalam pelakanaan dan pembuatan laporan.
Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangannya, sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalal ini bermanfaat bagi kita semua, baik di masa sekarang maupun yang akan dating. Amin.
Malang, April. 2011
Penulis
I. PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Banyaknya ternak yang kurang berproduksi tingggi salah satunya adalah karena peternak kurang memperhatikan pemberian pakan terhadap ternaknya.
Ternak memerlukan asam folat atau yang sering disebut vitamin B9 untuk memenuhi kehidupannya, baik untuk produksi maupun untuk aktifitasnya.
Kekurangan asam folat dapat mengahambat aktifitas tubuh. Vitamin ini untuk berbagai fungsi tubuh mulai dari sintesis nukleotid ke remetilasihomocysteine.Vitamin ini terutama penting pada periode pembelahan dan pertumbuhan sel.baik manusia, dan ternak sama-sama mmerlukanmemerlukan Asam Folat untuk memproduksi sel darah merah dan mencegah anemia. Asam Folat juga sangat penting bagi ternak yang bunting. Asupan asamfolat yang cukup sebelum dan selama periode kebutingan atau pada saat masa produktif akan mencegah timbulnya kecacatan tabung saraf (Neural Tube Defects) NTDs pada fetus atau pada janin, yaitu spina bifida (kelainan pada tulangbelakang) dan anencephaly (kelainan dimana otak tidak terbentuk) dapat diturunkan hingga80 %.
B. Rumusan masalah
Beberapa rumusan masalah pada makalah ini anatra lain :
a. Pengertian asam folat
b. Kebutuhan asam folat pada unggas
II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian asam folat
Vitamin adalah sekelompok senyawa amina berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolism setiap organisme, yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh. Vitamin memiliki peranan spesifik di dalam tubuh dan dapat pula memberikan manfaat kesehatan. Bila kadar senyawa ini tidak mencukupi, tubuh dapat mengalami suatu penyakit.Tubuh hanya memerlukan vitamin dalam jumlah sedikit, tetapi jika kebutuhan ini diabaikan maka metabolism di dalam tubuh kita akan terganggu karena fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Wikipedia
Asam folat adalah vitamin yang larut air. Vitamin B9 sangat penting untuk berbagai fungsi tubuh mulai dari sintesis nukleotid ke remetilasi homocysteine. Vitamin ini terutama penting pada period pembelahan dan pertumbuhan sel. Anak-anak dan orang dewasa memerlukan Asam Folat untuk memproduksi sel darah merah dan mencegah anemia. Folat dan asam folat mendapatkan namanya dari kata latin folium (daun). wikipedia
Penemu asam folat adalah Parke-Davis pada tahun 1943. Asam folat terdiri atas pteridin heterosiklik, asam para amino benzoat (PABA) dan asam glutamat. Kristal asam folat berwarna kuning, sedikit larut dalam air dan tidak stabil pada larutan lemak. Daya kerja vitamin ini dihambat (antagonis) oleh 4-amino-pteroylglutamic acid atau disebut aminopteri 4-NH2FH4 dan metotrexate. Asam folat termasuk dalam golongan zat yang disebut pterin. Asam folat terdiri atas tiga gugus yaitu pterin, p-amino benzoic acid (PABA) dan asam glutamat. Anonym
Kekurangan asam folat dapat menyebabkan anemia megaloblastik. Anemia adalah suatu keadaan di mana jumlah eritrosit yang beredar atau konsentrasi hemoglobinnya mengalami penurunan. Akibatnya, ada penurunan transportasi oksigen dari paru ke jaringan perifer. Anemia bisa juga terjadi karena kekurangan zat besi ataupun B-12, yang disebut anemia perniciosa. (Yuliana. 2009)
B. Kebutuhan asam folat pada uanggas
Unggas memiliki kebutuhan konsumsi asam folat yang berbeda karena di sesuaikan dengan kebutuhannya untuk produksi telur ataupun produksi daging untuk ayam pedaging.
Untuk lbih jelasnya dapat dilihat pada table di bawah ini :
no Jenis unggas Kebutuhan (mg/ekor/hari)
1 Ayam broiler
Starter 0,55
Finisher 0,55
2 Ayam Petelur
Starter 0,55
Grower 0,25
Layer 0,25
3 Puyuh
Grower 1,00
Breeder 1,00
III. PENUTUP
A. Kesimpulan
Vitamin B9 atau asam folat merupakan vitamin yang penting dalam pembentukan darah, dan juga berperan penting untuk ternak yang berproduksi, baik produksi telur atau produksi daging. Masing-masing jenis unggas memerlukan asam folat yang berbeda.
Asam folat bisa dijumpai pada kacang-kacangan, biji-bijian dan buah-buahan.
B. Saran
Sebaiknya memberikan vitamin B9 atau asam folat sesuai dengan kebutuhan agar produksi ternak optimal.
DAFTAR PUSTAKA
Yuwienita. 2001. Manfaat Asam Folat. http://yuwielueninetweblog. Htm
DASAR NUTRISI DAN BAHAN MAKANAN TERNAK
ASAM FOLAT PADA UNGGAS
OLEH:
HAPPY APRILLIA MAHARDIKA
EKO SENTIKO
VIKI
FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2011
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga makalah tentang oesteologi ini dapat diselesaikan dengan tepat waktu. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas tersluktur 1.
Penulis juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Ibu Helly selaku pembimbing mata kuliah Histologi anatomi
2. Semua pihak yang telah membantu dalam pelakanaan dan pembuatan laporan.
Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangannya, sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalal ini bermanfaat bagi kita semua, baik di masa sekarang maupun yang akan dating. Amin.
Malang, April. 2011
Penulis
I. PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Banyaknya ternak yang kurang berproduksi tingggi salah satunya adalah karena peternak kurang memperhatikan pemberian pakan terhadap ternaknya.
Ternak memerlukan asam folat atau yang sering disebut vitamin B9 untuk memenuhi kehidupannya, baik untuk produksi maupun untuk aktifitasnya.
Kekurangan asam folat dapat mengahambat aktifitas tubuh. Vitamin ini untuk berbagai fungsi tubuh mulai dari sintesis nukleotid ke remetilasihomocysteine.Vitamin ini terutama penting pada periode pembelahan dan pertumbuhan sel.baik manusia, dan ternak sama-sama mmerlukanmemerlukan Asam Folat untuk memproduksi sel darah merah dan mencegah anemia. Asam Folat juga sangat penting bagi ternak yang bunting. Asupan asamfolat yang cukup sebelum dan selama periode kebutingan atau pada saat masa produktif akan mencegah timbulnya kecacatan tabung saraf (Neural Tube Defects) NTDs pada fetus atau pada janin, yaitu spina bifida (kelainan pada tulangbelakang) dan anencephaly (kelainan dimana otak tidak terbentuk) dapat diturunkan hingga80 %.
B. Rumusan masalah
Beberapa rumusan masalah pada makalah ini anatra lain :
a. Pengertian asam folat
b. Kebutuhan asam folat pada unggas
II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian asam folat
Vitamin adalah sekelompok senyawa amina berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolism setiap organisme, yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh. Vitamin memiliki peranan spesifik di dalam tubuh dan dapat pula memberikan manfaat kesehatan. Bila kadar senyawa ini tidak mencukupi, tubuh dapat mengalami suatu penyakit.Tubuh hanya memerlukan vitamin dalam jumlah sedikit, tetapi jika kebutuhan ini diabaikan maka metabolism di dalam tubuh kita akan terganggu karena fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Wikipedia
Asam folat adalah vitamin yang larut air. Vitamin B9 sangat penting untuk berbagai fungsi tubuh mulai dari sintesis nukleotid ke remetilasi homocysteine. Vitamin ini terutama penting pada period pembelahan dan pertumbuhan sel. Anak-anak dan orang dewasa memerlukan Asam Folat untuk memproduksi sel darah merah dan mencegah anemia. Folat dan asam folat mendapatkan namanya dari kata latin folium (daun). wikipedia
Penemu asam folat adalah Parke-Davis pada tahun 1943. Asam folat terdiri atas pteridin heterosiklik, asam para amino benzoat (PABA) dan asam glutamat. Kristal asam folat berwarna kuning, sedikit larut dalam air dan tidak stabil pada larutan lemak. Daya kerja vitamin ini dihambat (antagonis) oleh 4-amino-pteroylglutamic acid atau disebut aminopteri 4-NH2FH4 dan metotrexate. Asam folat termasuk dalam golongan zat yang disebut pterin. Asam folat terdiri atas tiga gugus yaitu pterin, p-amino benzoic acid (PABA) dan asam glutamat. Anonym
Kekurangan asam folat dapat menyebabkan anemia megaloblastik. Anemia adalah suatu keadaan di mana jumlah eritrosit yang beredar atau konsentrasi hemoglobinnya mengalami penurunan. Akibatnya, ada penurunan transportasi oksigen dari paru ke jaringan perifer. Anemia bisa juga terjadi karena kekurangan zat besi ataupun B-12, yang disebut anemia perniciosa. (Yuliana. 2009)
B. Kebutuhan asam folat pada uanggas
Unggas memiliki kebutuhan konsumsi asam folat yang berbeda karena di sesuaikan dengan kebutuhannya untuk produksi telur ataupun produksi daging untuk ayam pedaging.
Untuk lbih jelasnya dapat dilihat pada table di bawah ini :
no Jenis unggas Kebutuhan (mg/ekor/hari)
1 Ayam broiler
Starter 0,55
Finisher 0,55
2 Ayam Petelur
Starter 0,55
Grower 0,25
Layer 0,25
3 Puyuh
Grower 1,00
Breeder 1,00
III. PENUTUP
A. Kesimpulan
Vitamin B9 atau asam folat merupakan vitamin yang penting dalam pembentukan darah, dan juga berperan penting untuk ternak yang berproduksi, baik produksi telur atau produksi daging. Masing-masing jenis unggas memerlukan asam folat yang berbeda.
Asam folat bisa dijumpai pada kacang-kacangan, biji-bijian dan buah-buahan.
B. Saran
Sebaiknya memberikan vitamin B9 atau asam folat sesuai dengan kebutuhan agar produksi ternak optimal.
DAFTAR PUSTAKA
Yuwienita. 2001. Manfaat Asam Folat. http://yuwielueninetweblog. Htm
PAPER
DASAR NUTRISI DAN BAHAN MAKANAN TERNAK
PROSES PENCERNAAN PROTEIN NON RUMINANSIA
(UNGGAS)
OLEH:
HAPPY APRILLIA MAHARDIKA
NIM : 105050107111016
FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2011
DAFTAR ISI
halaman
Kata Pengantar………………………………………………………………...
Daftar isi……………………………………………………………………….
I. Pendahuluan………………………………………………………..
a Latar belakang...…………………………………………………….
b. Rumusan Masalah………………………………………………….
c Manfaat dan Tujuan………………………………………………..
II. Tinjauan Pustaka…………………………………………………...
a Alat Pencernaan unggas……………………………………………
b Proses Pencernaan Protein Non Rum………………………………
III. Pembahasan…………………………………………………………
IV. Penutup……………………………………………………………..
a. Kesimpulan ………………………………………………………...
b. Saran………………………………………………………………..
Daftar Pustaka………………………………………………………………….
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga makalah tentang asam folat untuk mata kuliah Dasar Nutrisi dan Bahan Makanan Ternak ini dapat diselesaikan dengan tepat waktu. Paper ini disusun untuk memenuhi tugas tersluktur.
Penulis juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Ibu Prof. Dr. Ir. Hartutik,MP selaku pembimbing mata kuliah Dasar Nutrisi dan Bahan Makanan Ternak
2. Semua pihak yang telah membantu dalam pelakanaan dan pembuatan paper ini.
Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan paper ini masih banyak kekurangannya, sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan paper ini. Semoga paper ini bermanfaat bagi kita semua, baik di masa sekarang maupun yang akan datang. Amin.
Malang, April. 2011
Penulis
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ternak non ruminansia merupakan ternak yang tidak mempunyai lambung ganda seperti ternak ruminansia, ternak ruminansia mempunyai empatblambung yaitu rumen, reticulum, omasm dan abomasum. Sedangkan ternak unggas hanya mempunyai ventrikulus dan proventikulus. Lambung kelenjar pada ternak ruinansia adalah abomasu, sedangkan pada ternak non ruminansia khususnya ternak unggas mempunyai lambung kelenjar yang disebut proventikulus.
Protein merupakan bahan pembentuk makhluk hidup, katalisator organic atau yang bias disebut dengan enzim dan bagian penting dari nucleoprotein.
Protein adalah sumber-sumber asam amino yang mengandung unsur-unsur C, H, O dan N yang tidak dimiliki oleh lemak atau karbohidrat. Sebagai zat pembangun, protein merupakan bahan pembentuk jaringan-jaringan baru yang sesalau terjadi dalam tubuh dan mempertahankan jaringan yang telah ada.
Di dalam setiap sel yang hidup protein merupakan bagian yang sangat penting, pada sebagian besar jaringan tubuh, protein merupakan kompomen terbesar setelah air. Kekurangan protein dalam waktu lama dapat mengganggu proses dalam tubuh dan menurunkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Bila protein dihidrolisa dengan asam, alkali, atau enzim akan di hasilkan campuran asam amino. Protein yang diserap oleh usus halus dalam bentuk asam amino.
B. Rumusan Masalah
Rumusalah masalah yang diambil adalah :
1. Bagaimana prinsip pencernaan ayam
2. Bagaimana proses pencernaan dan penyerapan protein pada Unggas
C. Manfaat dan Tujuan
Paper ini dibuat bertujuan untuk mengetahui dan memahami bagaimana proses pencernaan dan penyerapan protein pada unggas.
II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Prinsip Pencernaan Pada Ayam
Prinsip Pencernaan Pada Ayam ada tiga macam Pencernaan secara mekanik (fisik); Pencernaan ini dilakukan oleh kontraksi otot polos, terutama terjadi di empedal (gizzard) yang dibantu oleh bebatuan (grit). Pencernaan ini banyak terjadi pada ayam yang dipelihara secara umbaran sehingga mendapatkan grit lebih banyak daripada ayam yang dipelihara secara terkurung (Galuh, 2007)..
Pencernaan secara kimiawi (enzimatik); Pencernaan secara kimia dilakukan oleh enzim pencernaan yang dihasilkan: (1) kelenjar saliva di mulut; (2) enzim yang dihasilkan oleh proventrikulus; (3) enzim dari pankreas; (4) enzim empedu dari hati; dan (5) enzim dari usus halus. Peranan enzim-enzim tersebut sebagai pemecah ikatan protein, lemak, dan karbohidrat (Galuh, 2007).
Menurut Galuh (2007) Pencernaan secara mikrobiologik (jumlahnya sedikit sekali) dan terjadi di sekum dan kolon. Secara umum pencernaan pada unggas meliputi aspek:
a. digesti yang terjadi pada paruh, tembolok, proventrikulus, ventrikulus (empedal/gizzard), usus halus, usus besar, dan ceca;
b. absorpsi yang terjadi pada usus halus (small intestinum) melalui vili-vili (jonjot usus);
c. metabolisme yang terjadi pada sel tubuh yang kemudian disintesis menjadi protein, glukosa, dan hasil lain untuk pertumbuhan badan, produksi telur atau daging, pertumbuhan bulu, penimbunan lemak, dan menjaga/memelihara tubuh pada proses kehidupannya.
B. Proses Pencernaan dan Penyerapan Protein pada Unggas
Menurut Galuh (2007), pencernaan adalah penguraian bahan makanan ke dalam zat-zat makanan dalam saluran pencernaan untuk dapat diserap dan digunakan oleh jaringan-jaringan tubuh. Pada pencernaan tersangkut suatu seri proses mekanis dan khemis dan dipengaruhi oleh banyak faktor.
Unggas mengambil makanannya dengan paruh dan kemudian terus ditelan. Makanan tersebut disimpan dalam tembolok untuk dilunakkan dan dicampur dengan getah pencernaan proventrikulus dan kemudian digiling dalam empedal. Tidak ada enzim pencernaan yang dikeluarkan oleh empedal unggas. Fungsi utama alat tersebut memperkecil makanan dengan bantuan batu-batu kecil atau yang disebut dengan grit.
Dari empedal makanan yang bergerak melalui lekukan usus yang disebut duodenum, yang secara anatomis sejajar dengan pankreas. Pankreas tersebut mempunyai fungsi penting dalam pencernaan unggas seperti hanya pada spesies-spesies lainnya. Alat tersebut menghasilkan getah pankreas dalam jumlah banyak yang mengandung enzim-enzim amilolitik, lipolitik dan proteolitik. Enzim-enzim tersebut berturut-turut menghidrolisa pati, lemak, proteosa dan pepton. Empedu hati yang mengandung amilase, memasuki pula duodenum (Galuh, 2007).
Bahan makanan bergerak melalui usus halus yang dindingnya mengeluarkan getah usus. Getah usus tersebut mengandung erepsin dan beberapa enzim yang memecah gula. Erepsin menyempurnakan pencernaan protein, dan menghasilkan asam-asam amino, enzim yang memecah gula mengubah disakharida ke dalam gula-gula sederhana (monosakharida) yang kemudian dapat diasimilasi tubuh. Penyerapan dilaksanakan melalui villi usus halus.
Disebutkan dalam literature (Galuh, 2007) bahwa unggas tidak mengeluarkan urine cair. Urine pada unggas mengalir kedalam kloaka dan dikeluarkan bersama-sama feses. Warna putih yang terdapat dalam kotoran ayam sebagian besar adalah asam urat, sedangkan nitrogen urine mammalia kebanyakan adalah urine. Saluran pencernaan yang relatif pendek pada unggas digambarkan pada proses pencernaan yang cepat (lebih kurang empat jam).
Pada waktu bahan makanan dihaluskan dan dicampur di dalam empedal, campuran pepsin hidrokhlorik memecah sebagian protein ke dalam bagian-bagian yang lebih sederhana seperti proteosa dan pepton. Pada saat lemak dan karbohidrat dicerna dalam lekukan duodenal maka tripsin getah pankreas memecah sebagian proteosa dan pepton ke dalam hasil-hasil yang lebih sederhana, yaitu asam-asam amino. Erepsin yang dikeluarkan ke dalam usus halus melengkapi pencernaan hasil pemecahan protein ke dalam asam-asam amino. Zat-zat tersebut merupakan hasil akhir pencernaan protein. (Galuh, 2007).
Asam amino adalah senyawa organik yang merupakan satuan penyusun protein yang mempunyai gugus amino dan karboksilat. Oleh karena itu asam amino mempunyai sifat asam maupun basa. Asam amino bersifat tidak seperti senyawa-senyawa organik, tetapi mirip dengan garam-garam anorganik. Pada umumnya asam amino larut dalam air, tetapi hanya larut sebagian di dalam pelarut organik (Anonimous, 2010)
Glukosa, asam amino, vitamin dan mineral akan diangkut oleh plasma darah vena menuju hati melalui vena porthahepatica (Komarudin, 2008).
III. PEMBAHASAN
Setelah bahan makanan dicerna secara mekanik dan secara enzimatik menjadi zat-zat makanan, maka akan dilakukan penyerapan zat-zat makanan tersebut. Penyerapan makanan terjadi di dalam usus halus yang terdiri dar doedenum, jejunum dan ileum. Zat makanan yang di serap adalah glukosa, asam amino, asam lemak, dan gliserol. Bahan makanan yang tidak mengalami pencernaan adalah vitamin dan mineral.
Hasil akhir dari penyerapan protein adalah berupa asam amino. Asam amino merupakan penyusun protein
Glukosa, asam amino, vitamin dan mineral akan diangkut oleh plasma darah vena menuju hati melalui vena porthahepatica. Lemak diangkut melalui pembuluh limfe yang sebelumnya harus bereaksi dahulu dengan cairan empedu. Selanjutnya melalui vili usus melepaskan garam empedu dan mengikat gliserol menjadi emulsi lemak. Emulsi lemak diangkut oleh pembuluh limfe menuju jantung. Garam empedu masuk ke dalam darah dan kemudian menuju jantung.
IV. PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Asam amino adalah senyawa organikyang merupakan penyusun protein
2. Asam amino merupakan hasil akhir dari penyerapan protein
3. Glukosa, asam amino, vitamin dan mineral akan diangkut oleh plasma darah vena menuju hati melalui vena porthahepatica
B. Saran
Sebaiknya pemberian pakan pada unggas lebih diperhtikan lagi untuk memenuhi kebutuhan protein yang tinggi karena asam amino penting untuk produksi.
DAFTAR PUSTAKA
Anonymous. 2010. Penuntun Praktikum Biokimia. Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya Malang.
Insani, Galuh adi. 2007. Pencernaaan Ayam (asecoris ayam). http://Web Lab unggas. Pencernaan ayam. htm. Diakses tanggal 8-04-2011, jam 10.30
. 2007. Pencernaan dan Penyerapan Protein. http://Web Lab unggas. Pencernaan ayam. htm. Diakses tanggal 8-04-2011, jam 10.30
Komarudin. 2008. Fisiologi Hewan. SPP negeri Propinsi Kalimantan Selatan di Pelahari
DASAR NUTRISI DAN BAHAN MAKANAN TERNAK
PROSES PENCERNAAN PROTEIN NON RUMINANSIA
(UNGGAS)
OLEH:
HAPPY APRILLIA MAHARDIKA
NIM : 105050107111016
FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2011
DAFTAR ISI
halaman
Kata Pengantar………………………………………………………………...
Daftar isi……………………………………………………………………….
I. Pendahuluan………………………………………………………..
a Latar belakang...…………………………………………………….
b. Rumusan Masalah………………………………………………….
c Manfaat dan Tujuan………………………………………………..
II. Tinjauan Pustaka…………………………………………………...
a Alat Pencernaan unggas……………………………………………
b Proses Pencernaan Protein Non Rum………………………………
III. Pembahasan…………………………………………………………
IV. Penutup……………………………………………………………..
a. Kesimpulan ………………………………………………………...
b. Saran………………………………………………………………..
Daftar Pustaka………………………………………………………………….
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga makalah tentang asam folat untuk mata kuliah Dasar Nutrisi dan Bahan Makanan Ternak ini dapat diselesaikan dengan tepat waktu. Paper ini disusun untuk memenuhi tugas tersluktur.
Penulis juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Ibu Prof. Dr. Ir. Hartutik,MP selaku pembimbing mata kuliah Dasar Nutrisi dan Bahan Makanan Ternak
2. Semua pihak yang telah membantu dalam pelakanaan dan pembuatan paper ini.
Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan paper ini masih banyak kekurangannya, sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan paper ini. Semoga paper ini bermanfaat bagi kita semua, baik di masa sekarang maupun yang akan datang. Amin.
Malang, April. 2011
Penulis
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ternak non ruminansia merupakan ternak yang tidak mempunyai lambung ganda seperti ternak ruminansia, ternak ruminansia mempunyai empatblambung yaitu rumen, reticulum, omasm dan abomasum. Sedangkan ternak unggas hanya mempunyai ventrikulus dan proventikulus. Lambung kelenjar pada ternak ruinansia adalah abomasu, sedangkan pada ternak non ruminansia khususnya ternak unggas mempunyai lambung kelenjar yang disebut proventikulus.
Protein merupakan bahan pembentuk makhluk hidup, katalisator organic atau yang bias disebut dengan enzim dan bagian penting dari nucleoprotein.
Protein adalah sumber-sumber asam amino yang mengandung unsur-unsur C, H, O dan N yang tidak dimiliki oleh lemak atau karbohidrat. Sebagai zat pembangun, protein merupakan bahan pembentuk jaringan-jaringan baru yang sesalau terjadi dalam tubuh dan mempertahankan jaringan yang telah ada.
Di dalam setiap sel yang hidup protein merupakan bagian yang sangat penting, pada sebagian besar jaringan tubuh, protein merupakan kompomen terbesar setelah air. Kekurangan protein dalam waktu lama dapat mengganggu proses dalam tubuh dan menurunkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Bila protein dihidrolisa dengan asam, alkali, atau enzim akan di hasilkan campuran asam amino. Protein yang diserap oleh usus halus dalam bentuk asam amino.
B. Rumusan Masalah
Rumusalah masalah yang diambil adalah :
1. Bagaimana prinsip pencernaan ayam
2. Bagaimana proses pencernaan dan penyerapan protein pada Unggas
C. Manfaat dan Tujuan
Paper ini dibuat bertujuan untuk mengetahui dan memahami bagaimana proses pencernaan dan penyerapan protein pada unggas.
II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Prinsip Pencernaan Pada Ayam
Prinsip Pencernaan Pada Ayam ada tiga macam Pencernaan secara mekanik (fisik); Pencernaan ini dilakukan oleh kontraksi otot polos, terutama terjadi di empedal (gizzard) yang dibantu oleh bebatuan (grit). Pencernaan ini banyak terjadi pada ayam yang dipelihara secara umbaran sehingga mendapatkan grit lebih banyak daripada ayam yang dipelihara secara terkurung (Galuh, 2007)..
Pencernaan secara kimiawi (enzimatik); Pencernaan secara kimia dilakukan oleh enzim pencernaan yang dihasilkan: (1) kelenjar saliva di mulut; (2) enzim yang dihasilkan oleh proventrikulus; (3) enzim dari pankreas; (4) enzim empedu dari hati; dan (5) enzim dari usus halus. Peranan enzim-enzim tersebut sebagai pemecah ikatan protein, lemak, dan karbohidrat (Galuh, 2007).
Menurut Galuh (2007) Pencernaan secara mikrobiologik (jumlahnya sedikit sekali) dan terjadi di sekum dan kolon. Secara umum pencernaan pada unggas meliputi aspek:
a. digesti yang terjadi pada paruh, tembolok, proventrikulus, ventrikulus (empedal/gizzard), usus halus, usus besar, dan ceca;
b. absorpsi yang terjadi pada usus halus (small intestinum) melalui vili-vili (jonjot usus);
c. metabolisme yang terjadi pada sel tubuh yang kemudian disintesis menjadi protein, glukosa, dan hasil lain untuk pertumbuhan badan, produksi telur atau daging, pertumbuhan bulu, penimbunan lemak, dan menjaga/memelihara tubuh pada proses kehidupannya.
B. Proses Pencernaan dan Penyerapan Protein pada Unggas
Menurut Galuh (2007), pencernaan adalah penguraian bahan makanan ke dalam zat-zat makanan dalam saluran pencernaan untuk dapat diserap dan digunakan oleh jaringan-jaringan tubuh. Pada pencernaan tersangkut suatu seri proses mekanis dan khemis dan dipengaruhi oleh banyak faktor.
Unggas mengambil makanannya dengan paruh dan kemudian terus ditelan. Makanan tersebut disimpan dalam tembolok untuk dilunakkan dan dicampur dengan getah pencernaan proventrikulus dan kemudian digiling dalam empedal. Tidak ada enzim pencernaan yang dikeluarkan oleh empedal unggas. Fungsi utama alat tersebut memperkecil makanan dengan bantuan batu-batu kecil atau yang disebut dengan grit.
Dari empedal makanan yang bergerak melalui lekukan usus yang disebut duodenum, yang secara anatomis sejajar dengan pankreas. Pankreas tersebut mempunyai fungsi penting dalam pencernaan unggas seperti hanya pada spesies-spesies lainnya. Alat tersebut menghasilkan getah pankreas dalam jumlah banyak yang mengandung enzim-enzim amilolitik, lipolitik dan proteolitik. Enzim-enzim tersebut berturut-turut menghidrolisa pati, lemak, proteosa dan pepton. Empedu hati yang mengandung amilase, memasuki pula duodenum (Galuh, 2007).
Bahan makanan bergerak melalui usus halus yang dindingnya mengeluarkan getah usus. Getah usus tersebut mengandung erepsin dan beberapa enzim yang memecah gula. Erepsin menyempurnakan pencernaan protein, dan menghasilkan asam-asam amino, enzim yang memecah gula mengubah disakharida ke dalam gula-gula sederhana (monosakharida) yang kemudian dapat diasimilasi tubuh. Penyerapan dilaksanakan melalui villi usus halus.
Disebutkan dalam literature (Galuh, 2007) bahwa unggas tidak mengeluarkan urine cair. Urine pada unggas mengalir kedalam kloaka dan dikeluarkan bersama-sama feses. Warna putih yang terdapat dalam kotoran ayam sebagian besar adalah asam urat, sedangkan nitrogen urine mammalia kebanyakan adalah urine. Saluran pencernaan yang relatif pendek pada unggas digambarkan pada proses pencernaan yang cepat (lebih kurang empat jam).
Pada waktu bahan makanan dihaluskan dan dicampur di dalam empedal, campuran pepsin hidrokhlorik memecah sebagian protein ke dalam bagian-bagian yang lebih sederhana seperti proteosa dan pepton. Pada saat lemak dan karbohidrat dicerna dalam lekukan duodenal maka tripsin getah pankreas memecah sebagian proteosa dan pepton ke dalam hasil-hasil yang lebih sederhana, yaitu asam-asam amino. Erepsin yang dikeluarkan ke dalam usus halus melengkapi pencernaan hasil pemecahan protein ke dalam asam-asam amino. Zat-zat tersebut merupakan hasil akhir pencernaan protein. (Galuh, 2007).
Asam amino adalah senyawa organik yang merupakan satuan penyusun protein yang mempunyai gugus amino dan karboksilat. Oleh karena itu asam amino mempunyai sifat asam maupun basa. Asam amino bersifat tidak seperti senyawa-senyawa organik, tetapi mirip dengan garam-garam anorganik. Pada umumnya asam amino larut dalam air, tetapi hanya larut sebagian di dalam pelarut organik (Anonimous, 2010)
Glukosa, asam amino, vitamin dan mineral akan diangkut oleh plasma darah vena menuju hati melalui vena porthahepatica (Komarudin, 2008).
III. PEMBAHASAN
Setelah bahan makanan dicerna secara mekanik dan secara enzimatik menjadi zat-zat makanan, maka akan dilakukan penyerapan zat-zat makanan tersebut. Penyerapan makanan terjadi di dalam usus halus yang terdiri dar doedenum, jejunum dan ileum. Zat makanan yang di serap adalah glukosa, asam amino, asam lemak, dan gliserol. Bahan makanan yang tidak mengalami pencernaan adalah vitamin dan mineral.
Hasil akhir dari penyerapan protein adalah berupa asam amino. Asam amino merupakan penyusun protein
Glukosa, asam amino, vitamin dan mineral akan diangkut oleh plasma darah vena menuju hati melalui vena porthahepatica. Lemak diangkut melalui pembuluh limfe yang sebelumnya harus bereaksi dahulu dengan cairan empedu. Selanjutnya melalui vili usus melepaskan garam empedu dan mengikat gliserol menjadi emulsi lemak. Emulsi lemak diangkut oleh pembuluh limfe menuju jantung. Garam empedu masuk ke dalam darah dan kemudian menuju jantung.
IV. PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Asam amino adalah senyawa organikyang merupakan penyusun protein
2. Asam amino merupakan hasil akhir dari penyerapan protein
3. Glukosa, asam amino, vitamin dan mineral akan diangkut oleh plasma darah vena menuju hati melalui vena porthahepatica
B. Saran
Sebaiknya pemberian pakan pada unggas lebih diperhtikan lagi untuk memenuhi kebutuhan protein yang tinggi karena asam amino penting untuk produksi.
DAFTAR PUSTAKA
Anonymous. 2010. Penuntun Praktikum Biokimia. Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya Malang.
Insani, Galuh adi. 2007. Pencernaaan Ayam (asecoris ayam). http://Web Lab unggas. Pencernaan ayam. htm. Diakses tanggal 8-04-2011, jam 10.30
. 2007. Pencernaan dan Penyerapan Protein. http://Web Lab unggas. Pencernaan ayam. htm. Diakses tanggal 8-04-2011, jam 10.30
Komarudin. 2008. Fisiologi Hewan. SPP negeri Propinsi Kalimantan Selatan di Pelahari
Langganan:
Komentar (Atom)